SERAT CENTHINI PDF

Entah dengan bisik-bisik di antara kaum lelaki di warung kopi, atau di antara kaum perempuan di sela-sela arisan ibu-ibu se-RT. Kadang juga dibicarakan secara terbuka tapi terbatas, seperti di ruang seminar atau kesempatan formal lainnya. Seks dan seksualitas, dalam pengertian sempit maupun luas, merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia. Ia bagian dari naluri instingtif yang paling dasar. Tak heran kalau banyak upaya dilakukan untuk mempelajari, menganalisis, menyusun manual panduan , atau mengungkapkannya lewat karya sastra maupun karya tulis lainnya sejak dahulu kala.

Author:Kazrasida Merr
Country:Australia
Language:English (Spanish)
Genre:Personal Growth
Published (Last):4 August 2013
Pages:144
PDF File Size:12.32 Mb
ePub File Size:3.97 Mb
ISBN:828-5-44471-626-4
Downloads:24986
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Fet



Teman saya mengira, Centhini adalah sejenis Kamasutranya Jawa atau minimal kitab kuliner Jawa ingat karya E. Inandiak yang telah mengeksplorasi seksualitas Centhini yang baru-baru ini sempat beredar. Atau setidaknya, menurut dugaannya, serat ini adalah karya heterodok yang menyimpang dari Islam, atau malah ajaran kebatinan yang bersumber pada ajaran Hindu-Buda pada zaman Majapahit, yang masih terus dirawat oleh masyarakat Jawa yang tak terlalu rela warisan spiritual nenek moyangnya, hilang karena fajar Islam mulai menjelang di tanah Jawa.

Banyak orang memang sering salah duga. Dan itu wajar. Seperti dijelaskan Nancy K. Dan dari identifikasi awal ini, kita sebenarnya sudah mulai bisa menduga—meski kata suluk mulai dicerabutkan dari akar sufismenya—bahwa karya ini memang dimaksudkan untuk menyampaikan ajaram mistik jawa islam , ajaran paling puncak ihwal kesempurnaan hidup Jawa.

Belum lagi, menurut Poerbatjaraka, Serat Centini sebenarnya merupakan eksplorasi baru dari karya suluk yang lebih tua, yakni Suluk Djatiswara, sebuah karya tembang mistisisme sufi Jawa di zaman PB III.

Artinya serat ini ada dalam galur kesusatraan mistik Islam Jawa, atau lebih khusus sufisme yang berkembang di tanah Jawa. Bahkan orang sekelas Th. Lalu bagaimana ihwal isinya? Kemungkinan besar pangeran mataram yang kelak bergelar Pakubuwana V inilah yang menunjuk dewan penulis yang terdiri dari: R.

Ronggasutrasno pujangga Istana terkemuka penggubah beberapa tembang, sedangkan R. Sastradipura pernah pernah tercatat mengganti namanya menjadi Ahmad Ilhar setelah kepulangan Haji dari tanah Mekkah, serta mengarang berbagai suluk terkemuka.

Bahkan beberapa riwayat—terutama pada Centhini versi Kamajaya Yayasan Centhini —menyebutkan, bahwa Kyai Kasan imam Besari sendiri plus Kyai Ahmad Kategan ulama besar Surakarta ikut terlibat dalam dewan penyusunan naskah serat ini, selain tiga tokoh yang telah disebut di atas. Dari latar demikian, kita—tepatnya saya—sepertinya perlu memberi ruang tafsir yang cukup bagaimana term-term islam—tepatnya sufisme—menghiasi bait-bait secara menyeluruh dalam serat ini.

Ada beberapa pakar yang telah mengeksplorasi, khasanah literatur pesantren yang memenuhi wajah Centhini secara keseluruhan. Soebardi, misalnya, dalam sebuah International Conggress of Orientalist di Australia tahun , telah banyak membahas ihwal ini.

Saya hanya akan mengulang temuan-temuannnya. Tokoh kuncinya bernama Syekh Amongraga Jayengresmi selain tokoh-tokoh lain seperti Ki Baji panutra, Rancangkapti, Ken Tambangraras beserta pembantunya cethi abdi bernama Centhini, maupun tokoh bernama Jayengraga. Centhini dengan sangat apik melukiskan bagaimana tiga keturunan Giri bersama beberapa santri yang mendampinginya bisa lolos dari peperangan, saling terpisah, dan mengembara menelusur ke seluruh penjuru Pulau Jawa.

Ia menyusuri tempat suci dan pesantren Jawa ke arah barat hingga sempat berguru pada Syeikh Karang, Banten, Jawa Barat, kemudian menyusur hingga ke Timur menemui Ki Baju Panurta, dan sempat menyesap seluruh ilmu dari Guru pesantren di Wanamarta ini Jawa Timur , dan menikahi salah satu anaknya Ken Tambangraras, serta selanjutnya memutuskan meninggalkan istrinya untuk mengembara ke pedalaman Jawa Timur, bersambung mengunjungi tempat suci, gua, petilasan, serta menemui para pertapa, ajar, wiku, dan guru-guru pesantren ke pedalaman Jawa Tengah selatan.

Hasil yang kita bisa baca, terbingkai dari cerita dari latar berbagai Pesantren kampung dan Perdesaan di sepanjang dataran pulau Jawa yang bisa dibayangkan di abad 17, Centhini merajut jalinan tenun verbal beribu-ribu helai pemikiran, adat, kebiasaan, sejarah, dan kesusasteraan, dan mistisisme ke-Islam-an Jawa.

Atau secara ringkas bisa dikatakan, Centhini adalah—mengutip Nancy K. Baik kitab fikih, usul, maupun tapsir yang disebut di awal sebagian besar hingga hari ini masih dipelajaari di pesantren-pesantren kita. Kitab ini sangat popular dalam lingkungan pesantren hingga hari ini.

Khusus terkait bab etika yang dijelaskan di sepertiga kitab ini malahan begitu popular. Kiai Saleh Darat Semarang gurunya Kartini misalnya pernah membuat ringkasannya dalam aksara Jawa pegon.

Bahkan di tahun , seorang Kiyai Hardjadarsana Purwokerta menggubah ringkasan ini dalam bentuk tembang dengan nama Serat Mundjijat. Manuskrip kitab ini pernah ditemukan di Banten.

Biji yang ditaruh di tempat yang tidak layak, hanya akan menjadikan kemurahan Tuhan tak lagi berarti. Oleh karenanya biji dan wadah adalah sesuatu yang tak terpisahkan. Dan si sisi lain, orang-orang Jawa yang masih menekuni khasanah ngelmu ini begitu kewalahan menafsirkan term-term mistik Islam di dalamnya. Dan akhirnya, saya tak terlalu tahu, kapan kedua kelompok ini saling bersapa dan bekerjasama.

BIOELEKTRONIKA V AMATRSK PRAXI PDF

SERAT CENTHINI 12 JILID LENGKAP (pdf)

Teman saya mengira, Centhini adalah sejenis Kamasutranya Jawa atau minimal kitab kuliner Jawa ingat karya E. Inandiak yang telah mengeksplorasi seksualitas Centhini yang baru-baru ini sempat beredar. Atau setidaknya, menurut dugaannya, serat ini adalah karya heterodok yang menyimpang dari Islam, atau malah ajaran kebatinan yang bersumber pada ajaran Hindu-Buda pada zaman Majapahit, yang masih terus dirawat oleh masyarakat Jawa yang tak terlalu rela warisan spiritual nenek moyangnya, hilang karena fajar Islam mulai menjelang di tanah Jawa. Banyak orang memang sering salah duga. Dan itu wajar. Seperti dijelaskan Nancy K. Dan dari identifikasi awal ini, kita sebenarnya sudah mulai bisa menduga—meski kata suluk mulai dicerabutkan dari akar sufismenya—bahwa karya ini memang dimaksudkan untuk menyampaikan ajaram mistik jawa islam , ajaran paling puncak ihwal kesempurnaan hidup Jawa.

VANDHARGAL VENDRARGAL PDF

Serat Centhini

Serat Centhini menghimpun segala macam ilmu pengetahuan dan kebudayaan Jawa, agar tak punah dan tetap lestari sepanjang waktu. Serat Centhini disampaikan dalam bentuk tembang, dan penulisannya dikelompokkan menurut jenis lagunya. Penggubahan Menurut keterangan R. Sangkala Serat Centhini, yang nama lengkapnya adalah Suluk Tambangraras, berbunyi paksa suci sabda ji, atau tahun tahun Jawa atau tahun Masehi.

GROVE RT880E PDF

traduire de

The school grew and became famous as a center of Muslim teaching, which gave it political influence in the surrounding region. It attracted learners from multiple societal groups and from regions as far away as Ternate Sultanate. Giri Kedaton reached the peak of its influence under Sunan Giri Prapen who ruled it from — Sultan Agung of the larger Mataram Sultanate regarded this as a threat, so in he sent an army under his brother-in-law, Pangeran Pekik to capture Giri Kedaton.

Related Articles